Nama
saya Triyas Oktalisa, sebuah nama sederhana yang memiliki arti “perempuan yang
lahir dibulan Oktober yang mejadi anak nomer tiga ”. Semua orang biasa
memanggil saya dengan sebutan berbeda –
beda ada Triyas, Lisa, ataupun Sasa. Karena nama panggilan saya juga dipanggil
oleh seseorang yang berbeda pula, Triyas biasa dipanggil oleh guru saya, lisa
biasa dipanggil oleh teman – teman, dan sasa biasa dipanggil di daerah rumah
Jember. Saya lahir di Jember Jawa Timur, pada tanggal 15 Oktober 1997. Saya anak ketiga dari dua
bersaudara.
Saya memiliki hobi travelling, karena setiap pergi jauh saya bisa melepaskan penat agar tidak lesu karena banyak pikiran. Banyak spot – spot traveling di kota Jember, yaitu sebuah pantai yang indah dan banyak dikunjungi wisatawan seperti pantai pasir putih, pantai watu ulo, pantai puger yang dijuluki pantai rajanya ikan, dan teluk love. Banyak wisatawan berkunjung disana sambil menikmati
pemandangan yang begitu indah. Adapun juga keistimewaan dari kota Jember yaitu JFC (Jember Fashion Carnaval) sebuah kreasi seni karnaval yang banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing, karena JFC sendiri sudah mendobrak pintu Luar Negeri jadi kalau ingin ke Jember harus melihat JFC.
Jember memliki banyak beranekaragam budaya, seperti kesenian musik patrol yang sering ditampilkan saat acara perhelatan besar. Jember juga mempunyai ciri khas tarian yang asli dari jember yaitu tari labako. Tari ini sangat fenomenal karena berlambangkan tembakau yang merupkan ciri khas dari Jember. Selain itu juga ada beberapa tarian khas jember seperti batik sumber jambe.
Saya pernah belajar di TK Darmawanita, SDN Ambulu 1, SMP
Negeri 1 Ambulu dan memasuki SMA Negeri Ambulu. Ambulu sendiri termasuk desa
dari Jember selatan. Dan sekarang saya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi
tepatnya di Universitas Muhammadiyah Malang Fakultas Keperguruan dan Ilmu
Pendidikan. Mengapa saya memilih UMM sebagai sekolah lanjutan saya, karena
menurut saya meskipun UMM adalah Universitas swasta tapi menurut saya swasta
bias melebihi dari di PTN. Saya tidak berkecil hati meskipun hanya di PTS, saya
akan membuktikan bahwa bersekolah di UMM dapat meraih cita – cita. Saya
memiliki cita-cita menjadi seorang guru tentunya, karena saya ingin meneruskan
perjuangan menjadi guru dari kedua orang tua saya . Tentunya dibutuhkan usaha
yang keras dan tekad yang kuat untuk mewujudkan cita-cita itu. Dan saya akan
berusaha giat belajar untuk mencapainya. Harapan saya bisa membahagiakan kedua
orang tua saya yang telah susah payah membesarkan dan mendidik saya. Mereka
selalu memberikan semangat, saran, nasihat dan dukungan kepada saya baik
diwaktu senang maupun sedih.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar